Hari Raya Nyepi (Pengerupukan)

Hari raya Nyepi adalah pergantian tahun baru Saka yang kali ini jatuh pada tanggal 23 Maret 2012. Sebelum Nyepi biasanya ada hari Pengerupukan yang selalu diwarnai dengan pawai ogoh-ogoh. Beraneka ragam bentuk dan jenis ogoh-ogoh yang ditampilkan oleh pemuda pemudi umat Hindu di Bali. Bentuk dan jenis yang beraneka ragam mencerminkan kreatifitas yang tinggi yang dimiliki oleh pemuda dan pemudi Hindu di Bali. Inilah beberapa foto/gambar yang berhasil saya rekam, tapi tidak semua bisa saya abadikan karena terbentur dari kemacetan jalan yang tidak memungkinkan saya untuk keliling  Bali, keluar desa pun sangat susah, karena di tiap Banjar sudah macet macet dan macet. Nah.. hanya dengan bermodalkan kamera kecil saya mencoba mengabadikan beberapa ogoh-ogoh yang ikut meramaikan perayaan Nyepi Icaka 1934.


















3 Penyebab ejakulasi dini

Seks menyenangkan yang dilakukan semalaman sebenarnya hanya sebuah mitos. Menurut penelitian, jumlah waktu yang diinginkan sejak penetrasi hingga ejakulasi sebenarnya hanya 7-13 menit. Cukup singkat, bukan? Namun kenyataannya, waktu sesingkat itu pun sering tak tercapai karena pasangan keburu ejakulasi, alias ejakulasi dini.



Sebelum merasa putus asa karena si dia kerap ejakulasi dini, sebaiknya kenali dulu gaya bercinta Anda. Bisa jadi ada kesalahan yang Anda berdua lakukan sebagai pasangan:




1. Masturbasi sebelum seks
Banyak orang yang mengatakan bahwa melakukan masturbasi sebelum bercinta bisa membuat pria tahan lebih lama saat bercinta. Siapa bilang? Setiap kali melakukan masturbasi, pria melepaskan sejumlah besar air mani dan hormon. Hormon-hormon ini membutuhkan waktu untuk membangun kembali hasrat dan daya tahan bercinta, serta membentuk air mani di dalam testis. Jadi, minta agar dia tidak masturbasi sebelum bercinta.

2. Tidak fokus
Jika pikiran Anda melayang kemana-mana dan tidak fokus pada hubungan seks yang dilakukan, jangan pikir pasangan tidak akan mengetahuinya. Hal ini akan terlihat, karena Anda tidak benar-benar menikmatinya. Bisa bertahan lama di tempat tidur, karena pikiran melayang ke berbagai hal, hanya akan membuat kenikmatan semu yang tak menyenangkan. Akibatnya, si dia pun merasa tak nyaman. Ketika bercinta, fokus dan nikmatilah momen tersebut. Jangan memikirkan hal lain sehingga benar-benar bisa menikmatinya bersama pasangan.

3. Jarang berhubungan seksBanyak yang mengira, terlalu cepat mencapai klimaks disebabkan pria tersebut terlalu sering berhubungan seks. Namun yang terjadi bisa jadi justru sebaliknya. Kemungkinan besar, pria mengalami ejakulasi dini karena ia bukan termasuk orang yang aktif secara seksual. Meskipun mungkin frekuensi bercinta Anda semakin berkurang dikarenakan kesibukan, tidak berarti ia tidak membutuhkannya. Ia akan begitu excited ketika akhirnya Anda berdua cukup punya waktu untuk melakukannya. Namun, butuh banyak energi untuk akhirnya menjalani sesi bercinta tersebut. Foreplay-nya saja sudah cukup menguras energinya, sehingga ketika gairah Anda akhirnya muncul, ia justru mulai menurun.

Pelukan bisa meredakan stres

Sedang merasa stres? Coba peluk saja pasangan Anda. Dengan memeluk seseorang, Anda bisa menurunkan kadar depresi Anda. Menurut penelitian, sampai saat ini sekitar 11 persen orang Amerika menggunakan pelukan sebagai obat antidepresi yang ampuh.



Diyakini, pelukan bisa menghasilkan oksitosin dalam otak secara alami, yang terbukti efektif dalam mengobati stres. Para ilmuwan di San Diego School of Medicine menemukan banyak alasan mengapa oksitosin bisa berperan untuk menghilangkan depresi. "Adanya gangguan dari keterikatan awal, misalnya tidak adanya bonding antara anak dan ibu, bisa menyebabkan depresi di kemudian hari. Dan pelukan bisa jadi obat yang ampuh," ujar Kai MacDonald, MD, pemimpin penelitian ini.

Hormon oksitosin dihasilkan oleh hipotalamus, selama terjadinya kontak keintiman fisik. Namun dalam penelitian ini dijelaskan bagaimana oksitosin bisa mempengaruhi perilaku seseorang, dan bukan sekadar menimbulkan perasaan tertentu pada orang lain. Menurut dr MacDonald, beberapa studi yang dilakukan menunjukkan bahwa ketika diberi rangsangan oksitosin, responden menyatakan tidak memiliki perubahan perasaan, tapi lebih dalam perubahan perilaku.
"Ketika seseorang depresi, yang paling berubah adalah adanya sosialisasi sosial dan juga kepentingan sosial," tambahnya. Ini berarti, orang yang depresi hanya bisa berinteraksi dan memiliki ikatan dengan orang yang mereka cintai dibandingkan dengan orang lain. Ini mirip dengan kondisi para pecandu narkoba yang butuh pendekatan dari orang-orang terdekatnya.

Pelukan dari pasangan bisa membuat kita merasa dicintai, diperhatikan, dan juga meringankan beban yang kita hadapi. Oksitosin ini mendukung terjadinya prososial yang baik, dan bisa membantu meningkatkan rasa empati, dan menimbulkan perasaan diterima oleh orang lain ketika mereka sedang terpuruk. "Oksitosin dapat membuat perubahan perilaku dan membangkitkan semangat pada orang depresi," tukasnya.



Pelukan bukan satu-satunya cara mudah untuk menghilangkan depresi tanpa obat-obatan kimia:

1. Berikan pelukan pada seseorang

Peluk seseorang yang disayangi sambil mengambil nafas dalam-dalam. Hal ini akan merangsang pembentukan oksitosin pada otak, dan membantu meredakan depresi. Ambil waktu beberapa menit setiap hari, dan nikmati pelukan tersebut. Selain meningkatkan kadar oksitosin dalam otak, inilah cara yang cukup menyenangkan untuk rileks dan saling memberi perhatian.
2. Bermain dengan hewan peliharaan
Jika masih sendiri, tak perlu khawatir kekurangan oksitosin dalam diri. Coba saja peluk hewan peliharaan, karena ternyata Si Doggy atau Si Pus-pus juga bisa meningkatkan oksitosin dalam otak kita.

3. Bercinta
Saat berhubungan seks, terutama setelah orgasme, otak dibanjiri dengan oksitosin. Setelah bercinta, perempuan biasanya senang dipeluk, dan oksitosin pun semakin banyak di otak sehingga menimbulkan perasaan dicintai yang makin besar.

4. Menatap orang yang dicintai

Ada beberapa penelitian, bahwa hanya dengan menatap seseorang yang Anda cintai membuat Anda berpikir tentang betapa bahagianya Anda dan si dia. Hal ini juga akan melepaskan oksitosin di otak.

5. Mengucapkan terima kasih
Ingat tentang perubahan perilaku prososial ketika sedang stres? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perasaan ketika mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus untuk orang lain juga bisa melepaskan hormon cinta ini.

Avast for Android

Belum puas posting tentang Antivirus Avast!, kini saya ingin memanjakan para pengguna Android dengan Avast! Mobile Security. Meskipun Avast! Mobile Security merupakan Antivirus Gratis untuk Android, namun Fitur-fiturnya tidak kalah dengan Antivirus berbayar untuk Android seperti AVG, Kaspersky, McAfee dan Lookout. Jujur, saya sendiri juga menggunakan Avast! Mobile Security ini untuk perlindungan Android saya, dan sampai saat ini belum ada kabar buruk mengenai Avast! Mobile Security ini. Dengan Daily Update yang dimiliki oleh Avast! Mobile Security, menjadikannya Top Security for Android.